Rabu, 18 Oktober 2017

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

BAB 6
MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN

PENDAHULUAN
           Manajer menggunakan model untuk memecahkan permasalahan. Ada empat jenis dasar model yaitu model fisik, naratif, grafik dan matematika. Model umum sebuah perusahaan terdiri dari sistem fisik maupun sistem konseptual. Sistem fisik mencakup elemen input, elemen transformasi dan elemen output. Sistem konseptual terdiri dari data dan informasi yang mewakili sistem fisik.
       Bagian integral dari sistem konseptual adalah lingkaran umpan balik (feed back loop)  dan mekanisme pengendalian. Konsep yang memungkinkan manajer hanya mendatangi aktivitas yang layak mendapatkan perhatian manajemen, disebut management by exception.
       Karena model sistem umum perusahaan mewakili segala jenis organisasi dan menunjukkan bagaimana informasi digunakan dalam mengolah informasi, maka model ini merupakan perlatan yang berguna bagi pemecah masalah.

Model
     Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model mewakili sejumlah objek atau aktivitas yang menyebabkan permasalahan, yang disebut entitas (entity).
Jenis-jenis Model
·   Model Fisik, menggambarkan entitasnya dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik yang digunakan dalam dunia bisnis meliputi maket pusat perbelanjaan, atau prototipe model baru. Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.
·       Model Naratif,, menggambarkan entitasnya secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling populer. Model ini sering digunakan para manajer, namun jarang dikenali sebagai suatu model.
·     Model Grafik, penggambarkan entitasnya dengan sejumlah garis, symbol atau bentuk. Model grafik digunakan dalam bisnis untuk mengkomunikasikan informasi. Banyak laporan tahunan perusahaan kepada para pemegang saham berisikan grafik-grafik berwarna untuk menyampaikan kondisi keuangan perusahaan.
·    Model Matematika, menggunakan semua rumus dan persamaaan matematika, keunggulannya adalah ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

Kegunaan Model
·     Mempermudah pengertian, Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang disederhanakan.
·   Mempermudah komunikasi, Semua model dapat mengkomunikasikan informasi secara cepat dan akurat.
·     Memperkirakan masa depan, Model matematika dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi tidak seratus persen akurat.
Model Sistem Umum
Sistem Fisik
       Sistem fisik perusahaan mengubah sumber daya input menjadi sumber daya output. Sumber daya input datang dari lingkungan perusahaan, terjadi suatu transformasi, dan sumber output dikembalikan ke lingkungan yang sama. Karena itu lingkungan fisik perusahaan merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
·         Arus Material
·         Arus Personil
·         Arus Mesin
·         Arus Uang
Sistem Konseptual
   Sistem Lingkaran Terbuka, suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian. Tidak terdapat umpan balik dari sistem untuk mempengaruhi perubahan-perubahan yang diperlukan dalam sistem.
       Sistem Lingkaran Tertutup, suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem seperti ini dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada input-nya.
   Dimensi-dimensi Informasi, Saat para manajer menentukan output yang harus disediakan pengolah informasi, mereka mempertimbangkan empat dimensi dasar informasi, yaitu :
1.      Relevansi, informasi memiliki relevansi, jika berkaitan langsung dengan masalah yang ada.
2.      Akurasi, semua informasi harus akurat, tetapi peningkatan ketelitian sistem menambah biaya.
3.    Ketepatan waktu, informasi harus tersedia untuk pemecahan masalah sebelum situasi krisis menjadi tidak terkendali atau kesempatan menghilang.
4.     Kelengkapan, manajer harus mampu memperoleh informasi yang menyajikan gambaran lengkap dari suatu permasalahan atau suatu penyelesaian.
Standar, adalah suatu ukuran kinerja yang dapat diterima, dinyatakan secara ideal dalam istilah-istilah spesifik. Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan membandingkan kinerja aktual, seperti yang dilaporkan pengolah informasi, dengan standar.
Management by Exception, adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima.  Management by Exception memberikan tiga keuntungan dasar :
1.    Manajer tidak membuang waktu memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.
2.   Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih menyeluruh.
3.   Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.
Namun terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui :
1.  Beberapa jenis kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat diterapkan.
2.  Suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
3.  Perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
4.   Manajer tidak boleh menjadi pasif dan hanya menunggu batas kinerja dilewati.
Faktor-faktor Penentu Keberhasilan, CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan mencapai tujuannya. Konsep CSF serupa dengan Management by Exception dalam hal memusatkan perhatian pada sebagian operasi perusahaan dari pada keseluruhan.  Kedua konsep ini berbeda dalam hal CSF relative stabil, sedangkan unsur-unsur perkecualian dari Management by Exception dapat berubah dari satu period eke periode selanjutnya.
Arus Keputusan, Modifikasi lain pada model umum diperlukan untuk mencerminkan bagaimana keputusan manajemen dapat mengubah sistem fisik. Sama seperti manajer harus mengumpulkan data dari ketiga elemen dalam sistem fisik-input, pengolahan, dan output-manajer juga harus mampu membuat perubahan-perubahan pada kinerja ketiga elemen tersebut. Data diubah menjadi informasi oleh pengolah informasi dan informasi diubah menjadi keputusan oleh manajer. Pengolah informasi dan manajer bekerja sama untuk mengubah data menjadi keputusan.

Lingkungan
 Bentuk terakhir dari model umum mengungkapkan bahwa sumber daya mengalir ke perusahaan dari  lingkungan dan dari perusahaan kembali ke lingkungan. Sumber daya fisik mengalir melalui sistem fisik pada bagian bawah model. Sumber daya konseptual (informasi dan data) memasuki pengolah informasi untuk disimpan atau disediakan bagi manajer. Informasi dan data juga mengalir dari pengolah informasi ke lingkungan.

Penggunaan Model Sistem Umum
Arus material melalui perusahaan manufaktur dan pengendalian yang dilaksanakan oleh para manajer, seperti yang digambarkan oleh model sistem umum, sangatlah jelas. Model tersebut sesungguhnya dapat diterapkan pada jenis-jenis organisasi lain, walau tidak tampak jelas. Pada bagian-bagian selanjutnya, model ini digunakan untuk menjelaskan suatu pengecer dan suatu organisasi yang menyediakan jasa.
Pasar Swalayan
             Semua sumber daya fisik mengalir melalui sistem fisik sebuah pasar swalayan. Arus utama adalah material, yaitu bahan makanan dan barang-barang lain yang dijual. Arus personil terdiri dari manajer toko, kasir, pegawai gudang, dan orang-orang lain yan diperkerjakan. Arus uang ke pasar swalayan disediakan oleh para pelanggan
         Proses transformasi meliputi membuka karton dan mengatur barang dagangan di rak-rak. Semua kegiatan yang membuat berbagai produk siap untuk dijual secara mudah dan menarik dapat dianggap sebagai transformasi. Elemen-elemen dalam sistem konseptual terdiri dari manajer toko dan para asesiten manajer.
 Standar kinerja pasar swalayan itu ditetapkan bersama oleh kantor pusat dan manajemen toko. Manajer menggunakan pengamatan dan pengolah informasi untuk memantau kinerja actual dan membandingkannya dengan standar.  Manajer menggunakan informasi dari pengolah informasi, ditambah standar-standar, sebagai dasar untuk membuat sejumlah perubahan dalam sistem fisik sehingga pasar swalayan dapat terus bekerja menuju tujuannya.
Kantor Pengacara
             Sebuah kantor pengacara biasanya terdiri dari sejumlah kecil kaum professional yang telah dididik secara khusus dan disahkan untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Tugas mereka lebih menekankan aktivitas mental daripada fisik. Arus material melalui kantor pengacara sangat sedikit terutama berupa perlengkapan pencatatan, seperti kertas catatan dan pensil.
            Setiap kantor pengacara adalah suatu sistem fisik yang terkendali. Pada kantor yang besar, pengendalian dilaksanakan oleh beberapa orang yang disebut partner. Tanggung jawab utama para partner adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya.
           Proses transformasi pada kantor pengacara adalah proses mengubah bahan mentah (klien dengan permasalahn hukum) menjadi produk jadi (klien yang masalah hukumnya terselesaikan). Transformasi ini dicapai oleh para pengacara, yang merupakan sumber daya terpenting bagu perusahaan.
          Model umum mememberikan suatu struktur bagi elemen-elemen dasar kantor pengacara manapun. Seorang pengacara yang baru akan menemukan sejumlah standar yang seharusnya ia capai, suatu sistem informasi yang menyediakan database hukum dan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan proses transformasi dengan cara yag dapat diterima oleh para partner dan klien.

Menempatkan Model Sistem Umum dalam Konteks
Nilai sesungguhnya dari model sistem umum akan menjadi jelas saat anda lulus dan memulai karir anda. Model tersebut akan membantu anda menyesuaikan diri dengan perusahaan anda. Model tersebut memberikan suatu rasa kemantapan saat anda mempelajari prusahaan anda. Namun anda akan terus mendapatkan manfaat dari model tersebut sepanjang karir anda. Saat anda menaiki jenjang-jenjang manajemen, anda akan menggunakan model tersebut untuk mengingatkan pada elemen-elemen yang diperlukan unit organisasi anda untuk mencapai tujuannya.







Rabu, 11 Oktober 2017

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 5
IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI

Moral, Etika dan Hukum
Apakah Moral
        Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan daftar peraturan. Saat kita bertumbuh dan matang secara fisik dan mental, kita mempelajari peraturan-peraturan yang masyarakat harapkan untuk kita ikuti. Peraturan-peraturan tingkah laku ini adalah moral kita.
Apakah Etika?
Etika adalah satu set kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat.  Masyarakat bertindak sebagai otoritas yang lebih tinggi yang memaksakan harapannya pada kita. Tidak seperti moral, etika dapat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
Apakah Hukum?
Hukum adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah, pada rakyat atau warga negaranya. Hingga kini sangat sedikit hokum yang mengatur penggunaan komputer, karena komputer merupakan penemuan baru, umurnya hanya sekitar empat puluh tahujn dan teknologinya berubah sangat cepat sehingga sistem hukum kesulitan mengikutinya.         

Etika Dalam Bisnis di AS
        Etika Protestan, pandangan yang dikenal sebagai etika protestan mendorong kerja keras untuk menghasilkan uang.
       Etika Persaingan Bebas, didasarkan pada teori para ahli ekonomi seperti Adam Smith, yang menganjurkan kapitalisme laissez faire atau kebebasan berusaha berfungsi tanpa campur tangan pemerintah.
     Survival of the Fittest (yang terkuat yang bertahan), dapat diterima asalkan perusahaan bersaing secara wajar. Alasannya, persaingan bekerja sebagai proses seleksi untuk memangkas perusahaan-perusahaan yang memberi kontribusi paling sedikit pada kebaikan sosial.

Perlunya Budaya Etika
         Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.

Bagaiman Budaya Etika Diterapkan
         Corporate Credo, pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan. Tujuan credo ini adalah menginformasikan orang-orang dan organisasi-organisasi baik di dalam maupun di luar perusahaan mengenai nilai-nilai etis perusahaan.
        Program Etika, suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
             Kode Etik Khusus Perusahaan, banyak perusahaan telah merancang kode etik perusahaan mereka sendiri. Kadang-kadang kode ini diadaptasi dari kode etik industry tertentu.

Etika dan Jasa Informasi
          Apakah Etika Komputer, menurut James H. Moor, mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.  Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama, dan manajer yang paling bertanggung jawab atas aktivitas tersebut adalah CIO.
Alasan Pentingnya Etika Komputer
         Kelenturan Logika, kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apa pun yang kita inginkan. Komputer bekerja tepat seperti diinstruksikan oleh programernya.
          Faktor Transformasi, alasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu. Sekarang semua kegiatan apapun dapat dikerjakan oleh komputer.
        Faktor Tak Kasat Mata, Alasan ketiga minat manyarakat pada etika komputer adalah karena komputer dipandang sebagai suatu kotak hitam. Semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.

Hak Sosial dan Komputer
Hak atas Komputer
         Hak atas Akses Komputer, pemilikan atau akses komputer merupakan kunci mencapai hak-hak tertentu lain. Misalnya akses ke komputer berarti kunci mendapatkan pendidikan yang baik. Dengan begitu, masyarakat berhak atas akses komputer.
      Hak atas Keahlian Komputer, dalam mempersiapkan pelajar untuk bekerja dimasyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.
           Hak atas Spesialisasi Komputer, kita harus memiliki akses ke para spesialisasi.
           Hak atas Pengambilan Keputusan Komputer, hak-hak ini dicerminkan dalam UU komputer yang mengatur bagaimana komputer diterapkan.
Hak atas Informasi
     Hak atas privacy, meningkatnya kemampuan komputer untuk digunakan bagi pengintaian dan yang lain adalah meningkatnya nilai informasi dalam pengambilan keputusan.
       Hak atas Akurasi, komputer dipercaya mampu mencapai tingkat kurasi yang tidak dapat dicapai oleh sistem nonkomputer.
   Hak atas Kepemilikan, hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program komputer. Para penjual perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual meereka dai pencurian melalui hak cipta,paten dan perjanjian lisensi.
      Hak atas Akses, komputer dapat mengakses data dari penyimpanan lebih cepat dan mudah dari teknologi lain.

Kode-kode Etik
Kode Perilaku Profesional ACM
1.      Seorang anggota ACM selalu bertindak dengan integritas.
2.      Seorang anggota ACM harus berusaha meningkatkan kemampuan dan prestise profesi.
3.      Seorang anggota ACM bertanggung jawab atas pekerjaannya.
4.      Seorang anggoota ACM bertindak dengan tanggung jawab professional.
      Kode Etik DPMA
      Kode ini terdiri dari standards of conduct (standar perilaku) yang menguraikan kewajiban manajer pengelolaan data pada (1) manajemen perusahaan, (2) rekan anggota DPMA dan profesi, (3)  masyarakat dan (4) pemberi kerjanya.
Kode Etik ICCP
        Kode ini menyatakan bahwa para anggotanya bertanggung jawab pada profesi, pemberi kerja dan kliennya. Kode ini dimasukka dalam Code of Conduct yang bersifat permanen. Kode etik ICCP juga mencakup Code of Good Practice yang diperbarui secara berkala.
Kode Etik ITAA
      Suatu asosiasi bagi organisasi-organisasi yang memasarkan perangkat lunak dan jasa yang berkaitan dengan komputer. Keanggotaannya meliputi ratusan perusahaan seperti Microsoft dan Lotus Development Corporation. Kode ITAA terdiri dari prinsip-prinsip dasar yang mengatur penilaian, komunikasi dan kualitas jasa dengan klien.
Model SRI
        Idealnya, semua perlumpulan professional bergabung membuat satu kode etik. Kode etik tersebut harus membahas tanggung jawab setiap orang dalam profesi dalam hal etika penggunaan komputer. Model SRI ini unik karena tidak terbatas pada professional komputer yang beroperasi dalam lingkungan bisnis, tetapi luas jangkaunnya.

Etika dan Spesialis Komputer
Penelitian SRI
Dua penelitian selama tahun 1970-an dan 1980-an memberikan sebagian besar data yang menggambarkan keyakinan etis dari para spesialis informasi yang bekerja. Penelitian ini menggunakan skenario pertentangan etika.
Penelitian Susan Athey atas Mahasiswa High-Tech
Pada tahun 1993 Susan Athey melakukan percobaan yang membandingkan keyakinan etis 65 mahasiswa IS dan ilmu komputer dengan keyakinan etis para pakar SRI. Dengan menggunakan tujuh dari scenario SRI dan menemukan bahwa para mahasiswa berbeda pendapat dengan sepuluh keputusan para pakar. Hal itu disebabkan oleh pengalaman yang lebih banyak dari para pakar.
Penelitian Paradice atas Mahasiswa IS dan Non-IS
David Paradice, professor SIM pada Texas A & M University, mempelajari jawaban 125 mahasiswa untuk 12 skenario etika. Skenario ini dirancang untuk mengukur etika dalam hal kewajiban, kesempatan, dan maksud.
Etika dan CIO
Perilaku CIO dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut ada dalam hirarki, Yang memberikan pengaruh terbesar adalah hukum, diikuti oleh budaya etika perusahaan dan kode etik profesional.
Persepsi Etika CIO
Scott J. Vittel dan Donald L. Davis mengumpulkan data dari 61 profesional SIM. Data penelitian ini menggambarkan bagaimana etika mempengaruhi kinerja manajer, sesuai persepsi manajer dan bawahannya.
1.      Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertindak Tidak Etis
2.      Etika Membuahkan Sukses
3.      Perusahaan dan Manajer Memiliki Tanggung Jawab Sosial
4.      Manajer Mendukung Keyakinan Etika Mereka dengan Tindakan











Rabu, 04 Oktober 2017

PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

BAB 4
PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

Apakah kualitas?
Menurut James Martin, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi kriteria pemakai. Suatu definisi kualitas yang paling sederhana, namun yang menangkap pemikiran mutakhir dalam bisnis mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan spesifikasi pelanggan.

Dimensi-dimensi Kualitas Produk dan Jasa
Dimensi-dimensi Kualitas Produk
1)   Kinerja, mengenai seberapa baik suatu produk melakukan apa yang memang harus dilakukannya.
2)   Features, pernik-pernik yang melengkapi fungsi dasar produk.
3)   Keandalan, berkaitan dengan kemampuan produk untuk bertahan selama pengguna yang biasa.
4)   Kesesuaian, berkaitan dengan seberapa baik produk tersebut sesuai dengan standar.
5)   Daya Tahan, ukuran umur produk, dan teknologi modern memungkinkan hal ini.
6)   Kemudahan Perbaikan, produk yang digunakan mudah diperbaiki.
7)   Keindahan, bagaimana produk tersebut dilihat dan dirasakan.
8)   Persepsi terhadap Kualitas, dimensi ini didasarkan pada citra atau reputasinya.
Dimensi-dimensi Kualitas Jasa
1)   Berwujud, dilihat pelanggan saat jasa sedang dikerjakan-fasilitas, pegawai, perlengkapan dan peralatan.
2)   Keandalan, personil jasa harus melakukan pekerjaannya dengan handal.
3)   Responsif, pelanggan tidak ingin harus menunggu untuk dilayani.
4)   Kepastian, orang yang menyediakan jasa menampilkan kepercayaan dan keyakinan.
5)   Empathy, personil jasa harus menunjukkan perhatian yang tulus pada para pelanggan.

Dasar-dasar Manajemen Kualitas
Manajemen kualitas adalah konsep menyatakan bahwa perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang diinginkan pada proses, produk dan jasanya dengan mengikuti praktek-praktek manajemen fundamental.
Beberapa Konsep Manajemen Kualitas
Empat Belas Pokok Deming
1.    Tetapkan tujuan inovasi dan perbaikan yang terus menerus.
2.    Ambil filosofi baru, kita tidak dapat meneriman kekurangan dan kesalahan lama.
3.    Hentikan ketergantungan pada inspeksi masal.
4.    Hentikan praktek memberikan bisnis berdasarkan harga.
5.    Gunakan metode statistik untuk menemukan titik – titik permasalahan.
6.    Lembagakan metode – metode modern dalam pelatihan kerja.
7.    Perbaikan pengawasan – lakukan apa yang tepat bagi perusahaan.
8.  Usir rasa takut, sehingga orang – orang merasa aman untuk mengungkapkan permasalahan dan meminta informasi.
9.  Hilangkan halangan antar departemen serta halangan dengan pemasok dan pelanggan sehingga ada komunikasi terbuka yang efektif.
10.   Hapuskan poster – poster dan slogan – slogan, karena tidak membantu memecahkan masalah.
11.   Hilangkan standar kerja berdasarkan kuota jumlah, karena mengabaikan kualitas dan membatasi produksi.
12.  Singkirkan halangan antar para pekerja dan hak mereka untuk bangga dalam pekerjaan mereka.
13.  Lembagakan berbagai program pelatihan kembali untuk mengejar perubahan dan perkembangan baru.
14.  Ciptakan struktur manajemen puncak yang akan menekankan pokok – pokok ini setiap hari.
Trilogi Kualitas Juran, Juran berpendapat bahwa kualitas dapat disarikan menjadi tiga proses dasar, yaitu perencanaan kualitas, pengendalian kualitas dan perbaikan kualitas.
Total Quality Control Feigenbaum, Armand Feigenbaum menyadari bahwa kualitas bukan tanggung jawab bagian manufaktur saja tetapi semua area fungsional berperan dan tim-tim proyek multifungsional harus dibentuk.
Manajemen Kualitas Strategis, Feigenbaum adalah orang yang berpandangan jauh ke depan dalam hal melihat lingkup luas dari tanggung jawab kualitas, tetapi ia gagal menyadari implikasi strategisnya. 

Total Quality Management
Keyakinan dasar yang melandasi TQM:
· Kualitas didefinisikan oleh pelanggan
· Kualitas dicapai oleh manajemen
· Kualitas adalah tanggung jawab seluruh perusahaan
Elemen-elemen Total Quality Management
            Filosofi TQM, menyadari pengaruh penting dari pelanggan. Perusahaan menjalin hubungan dengan pelanggan dan pemasoknya, yang diperlukan bagi proses produksi dan distribusi.
            Peralatan-peralatan Grafis, manajemen dapat menggunakan berbagai bagan dan grafik untuk memantau aktivitas kualitas. Contohnya, analisis pareto dan diagram sebab akibat.
            Peralatan-peralatan Statistik, sistem pengendalian kualitas yang formal mula-mula diterapkan dalam fungsi manufaktur. Statistical Quality Control (SQC) adalah penggunaan teknik-teknik untuk menentukan apakah material dan proses berada dalam garis pedoman kualitas.

Kualitas dan Keunggulan Kompetitif
Kerugian Kualitas yang Buruk
1.    Kehilangan bisnis
2.    Tuntutan Hukum
3.    Kehilangan produktivitas
4.    Biaya-biaya
Keuntungan Kualitas yang Baik
Keuntungan yang didapat perusahaan karena menyediakan produk dan jasa berkualitas baik berasal dari pendapatan penjualan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah, sehingga menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan yang baik.

Bagaimana CBIS Memperbaiki Kualitas Produk dan Jasa
Dukungan dari Subsistem CBIS
            Sistem Informasi Akuntansi, segala sesuatu yang terjadi di perusahaan dicatat oleh SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam database, yang menyediakan sumber informasi yang berkaitan dengan kualitas.
            Sistem Informasi Manajemen, menyediakan informasi bagi manajer di seluruh perusahaan dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari model matematika.
            Sistem Pendukung Keputusan (OA), menyediakan kemampuan komunikasi bagi orang-orang di perusahaan, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi antar mereka sendiri dan dengan pemasok dan pelanggan.
            Sistem Pakar, perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk menangkap pengetahuan dan keahlian pegawainya yang paling pandai ke dalam bentuk sistem pakar.
Dukungan dari Subsistem SIM Fungsional
Sistem Informasi Pemasaran, mencakup subsistem-subsistem input yang mengumpulkan data bagi database yaitu :
·  Subsistem Penelitian Pemasaran
·  Subsistem Intelijen Pemasaran
Sistem Informasi Manufaktur, mencakup dua subsistem input yaitu :
·  Subsistem Intelijen Manufaktur
·  Subsistem Rekayasa Industrial

Contoh Dukungan CBIS pada Kualitas Produk dan Jasa
            Komputer sekarang merupakan bagian integral dari perusahaan dan contoh-contoh penerapan komputer dalam mencapai kualitas dapat ditemukan dengan mudah, seperti aplikasi pelacakan paket, perakitan mobil dan rancangan penjara.
Menetapkan Program TQM di Perusahaan
Pendekatan Top Down
Usaha mencapai TQM dimulai CEO dan akhirnya melibatkan semua pihak dalam perusahaan. Urutan tahap-tahap yang diikuti adalah:
1.    Tentukan untuk mengikuti TQM
2.    Tetapkan budaya kualitas
3.    Tetapkan pengawasan manajemen puncak

Mencapai Manajemen Kualitas dalam Jasa Informasi
1.    Mengidentifikasi pelanggan IS
2.    Mendefinisikan Kebutuhan Kualitas Pelanggan
3.    Menetapkan Metrik Kualitas
4.    Mendefinisikan Strategi Kualitas IS
5.    Menerapkan Program-program Kualitas IS
6.    Memantau Kinerja Kualitas IS

Menempatkan Kualitas IS dalam Perspektif
Kualitas sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah bertahun-tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun, baru adalah perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas perusahaan.







Amazon VS Walmart "Which Giant Will Dominate E-commerce ?"

Amazon VS Walmart " Which Giant Will Dominate E-commerce ? "  ( Manakah Raksasa yang akan mendominasi E-Commerce ) ...